Bacaleg Nasdem, Teh Wulan, Mampir di Rumah Singgah "Yayasan Pejuang Kanker Ambu"
Kabar - Selasa, 27 September 2022

Foto :
Bacalon Nasdem Singgah di Rumah Singgah Yayasan Pejuang Kanker Ambu.
Perjalanan Bacaleg dari Partai Nasdem, Shanti Wulandari Mainur kembali mengunjungi beberapa lokasi di daerah pemilihan (Dapil) untuk mendekatkan diri sambil melaksanakan kunjungan ke yayasan yayasan maupun pesantren, untuk selanjutnya Shanti Wulandari Mainur yang sering dipanggil Teh Wulan, kini menyambangi Yayasan Pejuang Kanker Ambu, berlokasi di Jalan Bijaksana Dalam No 11 Kota Bandung.
“Aku ingin mereka yang belum mendaftar atau belum mendapatkan BPJS di Yayasan Pejuang Kanker Ambu untuk didata dan sekaligus didaftarkan” ujar Teh Wulan menyampakan gagasannya pada wartawan.
Kedatangan Teh Wulan dan rekan rekan, ke Komplek Yayasan Pejuang Kanker Ambu, mendapat sambutan meriah dari anak anak hingga yang dewasa di Rumah Singgah yayasan Pejuang Kanker Ambu.
Shanti Wulandari Mainur yang sering dipanggil dengan nama panggilan, Teh Wulan yang juga politisi dari Nasdem menyatakan ingin terlibat dan berkontribusi membantu meringankan anak anak dan orang dewasa yang terpapar kanker sekarang ada di rumah singgah Yayasan Pejuang Kanker Ambu.
"Berkontribusi dalam hal membantu kelancaran komunikasi yang sekaligus menyediakan fasilitas dasar agar mereka yang sekarang ada di rumah singgah Yayasan Pejuang Kanker Ambu, dapat menikmati kahidupan dengan baik untuk mempercepat kesembuhan dari penyakit yang diderita," sambung Teh Wulan sambil berpikir serius.
Yayasan Pejuang Kanker Ambu, yang dikelola oleh Ibu Nurjanah setiap hari tanpa lelah memberi layanan tidak hanya mereka yang mendapat penyakit kanker baik anak anak maupun orang dewasa, Ambu juga masih tetap memikirkan obat dan makan mereka sehari hari.
Ambu pengelola dan pendiri Yayasan Pejuang Kanker Ambu, bermula pada tahun 2010 anak tersayangnya meninggal akibat kanker yang dideritanya, dan pada tahun 2012, sekitar 12 tahun lalu Ambu mencoba berusaha membantu mereka mereka yang terkena penyakit kanker dengan mendirikan rumah singgah Yayasan Pejuang Kanker Ambu.
“Ini Yayasan saya dirikan untuk mendedikasikan anak saya yang meninggal akibat penyakit tersebut, dan sekarang saya mencoba untuk membantu anak anak maupun orang dewasa yang datang jauh dari seluruh pelosok kota di Jawa Barat bila belum selesai pemeriksaan diagnosa penyakitnya bisa tinggal sementara di Rumah Singgah Yayasan Pejuang Kanker Ambu” Ujar Ambu menerangkan.
Para pasien tersebut tidak memperoleh bantuan dari pemerintah, hanya ada bantuan dari donatur dan mereka yang peduli, dan sekarang ada puluhan pasen anak dan puluhan pasen dewasa, hingga sampai saat ini pasen yang datang silih berganti ke rumah singgah Yayasan Pejuang Kanker Ambu banyak yang berasal dari kota kota di Jawa barat.
“Yayasan ini mandiri tidak bekerja sama dengan yayasan kanker lainnya, dan fasilitas yg ada merupakan titipan dari mereka yang menghibahkan dan yang peduli, semua yang terdiaknosa terjangkit penyakit kanker, juga ada sebagian yang disekolahkan, dan Yayasan Pejuang Kanker Ambu ini bukan rumah penitipan, tetapi merupakan rumah singgah saat mereka diperiksa dan belum selesai pemeriksaannya di rumah sakit, jadi daripada pulang terlalu jauh maka mereka berkumpul di Yayasan Pejuang Kanker Ambu” sambung Ambu menjelaskan.
Memperhatikan banyaknya anak anak yang ada di rumah singgah Yayasan Pejuang Kanker Ambu, merupakan pemandangan biasa sehari hari, dan anak anak inipun didampingi oleh orangtua mereka masing masing, jadi bukan dititipkan tetapi didampingi oleh orangtuanya masing masing, kedepan tetap seperti ini, setiap hari ada saja yang datang silih berganti, rumah ini hanya merupakan rumah singgah yang tidak mendapat fasilitas BPJS, Ambu hanya memberi fasilitas obat obatan, transportasi, dlsb, sebelum mereka memperoleh obat obatan dari rumah sakit atau obat mereka habis, maka Ambu lah yang memfasilitasi untuk memberi obat obat tersebut.
Mereka hanya tinggal sementara, ini merupakan rumah kedua yaitu Rumah yang diberi nama "Yayasan Pejuang Kanker Ambu".
“Kami disini mengatakan kepada penderita bukan dikatakan sakit atau berpenyakit, tetapi dengan sebutan Pejuang karena sudah sakit maka disebut Pejuang, semua mereka yang ada disini (Yayasan...red) tidak di cover BPJS maka Yayasan memberi fasilitas seluruhnya, dan terima kasih kepada teh ulan, dan kepada orang orang baik lainnya terima kasih, dan bagi mereka yang ada diluar Yayasan, berjuang lah jangan lelah”, sambung Ambu.
Senja datang, selesai sholat Teh Wulan menyempatkan diri untuk makan bersama dan berfoto bersama dengan anak anak penghuni rumah singgah Yayasan Pejuang Kanker Ambu, juga para ibu ibu yang mengasuh anak anak mereka.
“Perjalanan masih jauh, esok atau lusa masih ada rencana besar lainnya yang harus dilaksanakan, sampai jumpa lagi anak anak manis, cepat sembuh yaaaaa” ujar Teh Wulan meninggalkan harapan dan sekaligus pamitan pulang dengan Ambu Nurjanah Pemilik juga Pengelola "Yayasan Pejuang Kanker Ambu".
Transaktualonline.com
Penulis/Pewarta: Tubagus Koko
Editor: Tubagus Koko
©transaktualonline.com 2022
