Program Pembangunan Masyarakat ( PPM ) 2026 Kota Cimahi Telah Rampung

Liputan Khusus - Rabu, 12 Agustus 2026

260812154156-program-pembangunan-masyarakat--ppm--2026-kota-cimahi-telah-rampung.jpg

Foto :  

Cimahi, Transaktual

Pemerintahan Kota Cimahi Program Pembangunan Masyarakat (PPM) Kota Cimahi Tahun 2026 telah Rampung resmi ditutup oleh Wali Kota Cimahi Ngatiyana, kegiatan penutupannya berlangsung di Cimahi Technopark, Selasa (11/8/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri. Walikota Cimahi Ngatiyana, Anggota DPRD Kota Cimahi, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Cimahi, Polres Cimahi, Kodim, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Ketua RW Se Kota Cimahi, dan Kelompok Masyarakat (Pokmas) Se-Kota Cimahi.

Dalam sambutannya, Ngatiyana menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang ikut bergotong royong mendukung pelaksanaan PPM. Menurutnya, semangat swadaya masyarakat menjadi bukti bahwa pembangunan di tingkat kewilayahan mendapat dukungan kuat dari warga.

“Kalau ada swadaya sampai miliaran rupiah, artinya masyarakat masih memiliki semangat yang tinggi untuk membangun Kota Cimahi bersama-sama,” ujar Ngatiyana.

Ia menilai, PPM bukan sekadar program pemerintah yang memberikan bantuan kepada masyarakat. Lebih dari itu, PPM merupakan konsep pembangunan yang menempatkan warga sebagai pelaku utama.

“Pembangunan yang paling kuat bukan pembangunan yang paling banyak menghabiskan anggaran, tetapi pembangunan yang paling besar rasa memilikinya di masyarakat,” katanya.

Ngatiyana menegaskan, semangat PPM adalah pembangunan dari masyarakat, oleh masyarakat, dan kembali untuk masyarakat.
Ia juga menyampaikan bahwa pelaksanaan PPM 2026 telah rampung di seluruh RW di Kota Cimahi. Dalam prosesnya, pembangunan turut mendapatkan pendampingan dan pengawasan dari berbagai unsur, termasuk Kejari, Polres, Kodim serta jajaran Pemerintah Daerah.

Menurutnya, kolaborasi tersebut penting agar setiap program dapat berjalan sesuai sasaran sekaligus meminimalkan potensi persoalan dalam pelaksanaan pembangunan.

“Yang paling penting mari kita bekerja sama dan bekerja bersama-sama, sehingga sasaran pembangunan masyarakat bisa tercapai,” tuturnya.

Ngatiyana juga berharap PPM dapat terus dilanjutkan pada Tahun berikutnya. Namun, ia mengakui keberlanjutan program tersebut tetap harus dibahas bersama Legislatif dan disesuaikan dengan kemampuan Anggaran Pemerintah Daerah.

“Kalau tahun depan masih ada, mudah-mudahan program ini bisa tetap berjalan. Kita doakan saja tidak ada hal-hal yang tidak diinginkan,” ucapnya.

PPM Jadi Kado Kemerdekaan.
Bagi Ngatiyana, selesainya berbagai pembangunan melalui PPM 2026 juga menjadi bagian dari semangat menyambut Hari Ulang Tahun Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Ia meminta hasil pembangunan seperti jalan setapak, sarana lingkungan, fasilitas RW, biopori dan berbagai infrastruktur lainnya dapat dirawat bersama.

“Kalau sudah dibangun, tolong dirawat. Anggap saja hasil pembangunan itu milik kita sendiri, sehingga masa pakainya bisa panjang,” pesannya.

Selain pembangunan fisik, Ngatiyana kembali mengingatkan masyarakat mengenai persoalan sampah yang menjadi salah satu tantangan besar Kota Cimahi.

Ia meminta masyarakat tidak membuang sampah sembarangan, terlebih dengan adanya rencana penutupan tempat pembuangan sampah yang akan berdampak terhadap sistem pengelolaan sampah di Kota Cimahi.

Pemerintah Kota Cimahi, kata dia, juga menyiapkan langkah pengawasan melalui keterlibatan aparatur di tingkat kewilayahan. Kehadiran aparatur tersebut diharapkan dapat mempercepat penyampaian informasi mengenai kondisi dan berbagai persoalan di lingkungan RT dan RW.

“Kalau ada ASN atau PNS yang masuk ke wilayah bapak dan ibu, memang ada surat perintahnya. Mereka membantu mengawasi dan melaporkan kondisi di lapangan kepada pemerintah kota agar kita bisa lebih cepat mengambil langkah,” jelasnya.

Ngatiyana: PPM Harus Terus Memberi Manfaat.
Usai kegiatan, Ngatiyana kepada awak media mengatakan bahwa seluruh pelaksanaan PPM 2026 di wilayah Kota Cimahi telah selesai.

Ia berharap berbagai hasil pembangunan tersebut benar-benar memberikan manfaat dan digunakan untuk kepentingan masyarakat. “Alhamdulillah tadi sudah dipaparkan oleh Para Camat, baik Camat Cimahi Utara, Cimahi Tengah maupun Cimahi Selatan. Sekarang secara keseluruhan sudah selesai,” kata Ngatiyana.

Ia kembali menekankan bahwa PPM lahir dari kebutuhan masyarakat di tingkat bawah. Usulan dari Ketua RT dan RW kemudian menjadi dasar bagi pemerintah untuk mendukung pembangunan melalui program tersebut.

“PPM ini konsepnya dari bawah, dari para Ketua RT dan Ketua RW. Kemudian didukung pemerintah dan menjadi program PPM untuk dikerjakan bersama oleh masyarakat,” ungkapnya.

Ngatiyana menilai konsep tersebut sangat membantu percepatan pembangunan di lingkungan masyarakat. “Semoga pembangunan PPM Tahun 2026 ini bermanfaat bagi masyarakat dan untuk kepentingan kita semua mudah-mudahan dipelihara dan Tahun depan Program ini masih berlanjut, ” ujarnya.

 

( Efri/Transaktual )

Penulis/Pewarta: Tubagus Koko
Editor: Tubagus Koko
©transaktualonline.com 2026