Cimahi, Transaktual
Pemerintah Kota Cimahi terus mendorong penguatan ekonomi daerah melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan pemangku kepentingan. Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Cimahi Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudisthira S.E,.Ak.,CA. dalam kegiatan Rapimkot Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Cimahi di Hotel Grand Pasundan, Sabtu (11/4/2026).
Wakil Wali Kota menegaskan, bahwa pembangunan daerah tidak dapat dilakukan secara mandiri oleh pemerintah, melainkan membutuhkan sinergi seluruh pihak. “Pembangunan tidak bisa dilakukan sendiri. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan seluruh stakeholder agar tujuan pembangunan dapat tercapai secara optimal,” ujar Adhitia.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh unsur DPRD Kota Cimahi, TNI/Polri, Kejaksaan, Perbankan, BUMN, serta Perwakilan Organisasi Pengusaha dari Tingkat Daerah maupun Provinsi.
Wakil Wali Kota juga menekankan pentingnya peran pelaku usaha dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Menurutnya, keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) menjadikan investasi sebagai faktor penting dalam pembangunan.
“APBD memiliki keterbatasan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, investasi dan peran sektor swasta menjadi sangat penting dalam mempercepat pembangunan,” jelasnya.
Pemerintah Kota Cimahi saat ini tengah menyusun dokumen perencanaan investasi sebagai upaya meningkatkan daya tarik daerah bagi investor. “Kami sedang menyiapkan buku investasi sebagai acuan untuk memberikan gambaran potensi daerah kepada calon investor,” tambahnya.
Wakil Wali Kota juga menyoroti potensi Kota Cimahi sebagai wilayah dengan tingkat kepadatan penduduk yang tinggi dan posisi strategis di kawasan Bandung Raya, sehingga memiliki peluang besar dalam pengembangan sektor perdagangan dan jasa.
Namun demikian, ia juga mengakui masih terdapat keterbatasan infrastruktur pendukung yang perlu ditingkatkan, salah satunya dalam penyediaan fasilitas penunjang kegiatan ekonomi.
Menghadapi dinamika ekonomi ke depan, Pemerintah Kota Cimahi menegaskan pentingnya inovasi dan adaptasi dalam pelaksanaan pembangunan.
“Kami mendorong seluruh pihak untuk terus berinovasi dan memperkuat kolaborasi guna mewujudkan Cimahi sebagai kota yang maju, nyaman, dan produktif,” tutupnya.
Sementara itu, Ketua KADIN Kota Cimahi Asep Maryadi menyampaikan bahwa pihaknya terus berupaya meningkatkan kapasitas pelaku usaha, khususnya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Hingga saat ini, KADIN Kota Cimahi telah menghimpun lebih dari 10.000 data UMKM serta memfasilitasi sekitar 3.000 Sertifikasi Halal bagi pelaku usaha. Selain itu, berbagai pelatihan rutin juga dilaksanakan untuk meningkatkan kompetensi, seperti pelatihan public speaking, fotografi, dan pengembangan usaha.
“Kegiatan pelatihan dilaksanakan secara berkala dan diberikan secara gratis kepada pelaku UMKM sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan usaha,” ungkapnya.
( Efri/Transaktual)




















