
Bandung trans aktual -
Walikota Bandung Muhammad Farhan memastikan pemerintah Kota Bandung tidak akan merelokasi bangunan liar di jalan Eyckman, Sukajadi, Kota Bandung, yang di bongkar oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi,Selasa (12/5/2026) kemarin.
Selain relokasi, Farhan memastikan pihaknya juga tidak akan memberikan kompensasi apapun kepada pemilik bangunan liar. " Secara regulasi sebetulnya tidak ada kewajiban untuk relokasi maupun kompensasi," kata Farhan di balai kota Bandung,pada Rabu 13/5/2026
Meski demikian, Farhan berjanji akan memberikan fasilitas pelatihan usaha kepada para pedagang kaki lima yang bangunan liar nya yang di bongkar kemarin.
" Untuk itu, kami akan bekerja sama dengan beberapa konsultan dan juga perusahaan perusahaan besar yang menyediakan platform marketplace, e- com merce, agar para pedagang PKL ini menggunakan platform digital tanpa perlu berjualan di atas trotoar lagi," ucapnya.
Selain itu, Farhan pun mempersilahkan kepada para pedagang kaki lima yang di bongkar lapaknya untuk menyewa kios di tempat berjualan yang resmi. " Kami tawarkan untuk menyewa di pasar disana ( Sukajadi), terutama di BTM itu masih kosong dalamnya masih bisa di manfaatkan," tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memimpin pembongkaran sekitar 50 bangunan liar (Bangli,) di depan kampus Poltekkes Kemenkes Bandung, jalan Prof Eyckman, kecamatan Sukajadi, kota Bandung, pada Selasa (12/5/2026).
Dedi Mulyadi menegaskan, penertiban dilakukan untuk mengembalikan fungsi trotoar dan taman dikawasan tersebut agar terlihat lebih rapi dan nyaman.
" Jadi,kami mengembalikan fungsi fungsi seluruh area sesuai fungsinya, trotoar sesuai fungsi, taman sesuai fungsinya yang hampir 35 tahun di bangun, tetapi tak di fungsikan," kata Dedi di depan awak media di lokasi.
Menurut dia, keberadaan bangunan liar juga dikeluhkan pihak kampus Poltekkes Kemenkes Bandung, karena akses keluar masuk kampus terganggu. " Ini keluhan dari Poltekkes mereka tertutup, bahkan kalau mau keluar mereka enggak bisa keburu digembok oleh yang jualan," ujar Dedi.
Pewarta : ( Aan Ansyory trans aktual online)




















