Rabu, 10 Juni 2026 | 11:39 WIB

SPMB Sekolah Maung "Ricuh", Ortu Geruduk Disdik Jabar Minta KDM Turun Tangan

foto

 

www.transaktualonline.com

SPMB Sekolah Maung menarik kegaduhan setelah ratusan orang tua calon murid baru mendatangi kantor Dinas Pendidikan Jawa Barat di jalan Rajiman,kota Bandung, Senin 8 Juni 2026. Mereka datang membawa keluhan, keresahan, dan tuntutan kejelasan atas proses seleksi yang dinilai belum sepenuhnya terang.

Polemik ini membuat perhatian publik kembali mengarah kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM. Bukan untuk menyudutkan, melainkan menunggu sikap langsung dari sosok yang sejak awal membawa janji besar soal pendidikan unggul, seleksi transparan, dan penolakan terhadap praktik titip - menitip dalam penerimaan murid baru.

Orang tua juga Geruduk Disdik Jabar,dan keluhkan SPMB dan PCMB, keluhan orang tua soal SPMB Sekolah Maung tidak berdiri sendiri. Sejumlah orang tua mengaku kebingungan karena harus memahami dua proses sekaligus, yakni hasil Pemetaan Calon Murid Baru atau PCMB.

Kebingungan itu kian terasa karena pengumuman.
[00.53, 10/6/2026] AnsyoryZ27242: hasil SPMB Maung berlangsung pada hari yang sama dengan batas proses PCMB. Bagi orang tua, situasi tersebut bukan sekedar urusan teknis pendaftaran, ada masa depan anak yang di pertaruhkan, ada peluang masuk sekolah negeri yang di khawatirkan tertutup, dan ada harapan yang berubah menjadi tanda tanya besar.

Sebagian orang tua calon murid datang ke Disdik Jabar untuk mencari kepastian langsung. Mereka ingin mengetahui apakah data seleksi,skor, jalur prestasi, hingga mekanisme lanjutan sudah benar benar berjalan sesuai ketentuan.
Disdik Jabar sebelumnya menjelaskan bahwa perubahan skor dalam sistem SPMB Maung bukan pemotong sepihak. Perubahan itu disebut sebagai bagian dari proses sinkronisasi dan pemutahiran data riil agar penilaian sesuai aturan yang berlaku.

Namun, dalam perkara pendidikan, penjelasan teknis saja kerap belum cukup. Orang tua membutuhkan kepastian yang mudah dipahami, alur yang tidak membingungkan, serta jaminan bahwa anak anak tidak di rugikan oleh sistem yang bergerak terlalu cepat.
Janji KDM soal seleksi Transparan kini dinanti.

Polemik ini membuat respon KDM terhadap SPMB Sekolah Maung menjadi penting,sebab, sejak awal program Sekolah Maung diperkenalkan sebagai ruang pendidikan unggulan yang harus berjalan bersih, adil, dan berpihak kepada murid berprestasi.

KDM sebelumnya sudah menegaskan bahwa tidak boleh ada siswa titipan dalam Sekolah Maung . Ia juga menekankan pentingnya proses seleksi yang transparan dan berintegritas. Karena itu, ketika keluhan orang tua muncul di depan kantor Disdik Jabar, publik wajar menunggu apakah janji tersebut akan diterjemahkan menjadi langkah konkret.

Kini, KDM berada dalam posisi strategis,ia meminta Disdik Jabar membuka penjelasan teknis secara lebih terang , memeriksa ulang titik titik yang di keluhkan orang tua,dan memastikan tidak ada calon murid yang di rugikan karena kekeliruan data, sistem, atau komunikasi.

Dengan begitu, persoalan SPMB Sekolah Maung tidak berhenti sebagai keributan sesaat di kantor Dinas. Polemik ini bisa menjadi ruang koreksi agar program unggulan pendidikan di Jawa Barat benar benar berdiri di atas kepercayaan publik.

Sebab, Sekolah Maung bukan hanya soal sekolah favorit baru. Program ini membawa nama besar Gubernur Jawa Barat, harapan ribuan keluarga, dan janji tentang masa depan pendidikan yang lebih adil. Kini, publik menunggu KDM turun tangan, bukan untuk memadamkan gaduh semata, tetapi untuk memastikan Marwah transparansi tetap terjaga.

 

Pewarta Aan Ansyori
Trans aktual online