Kamis, 30 April 2026 | 01:54 WIB

Dishub menerapkan rekayasa lalu lintas imbas revitalisasi Gedung sate

foto

 

Kota Bandung trans aktual - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung, Jawa Barat, menerapkan skema rekayasa lalu lintas menyusul revitalisasi kawasan Gedung sate dan lapangan Gasibu Bandung yang tengah dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Kepala Dishub kota Bandung,Rasdian Setiadi mengatakan penataan kawasan tersebut berdampak pada penutupan ruas jalan Diponegoro yang mulai di tutup pada 30 April 2026 yakni pada segmen inti antara Gedung sate dan Gasibu. " Pendekatannya bukan sekedar mengalihkan arus,tapi mendistribusikan beban lalu lintas agar tidak terkonsentrasi di satu titik," kata Rasdian di Bandung pada Rabu 29 /4/2026.

Rasdian menyatakan perubahan signifikan terjadi di jalan dari arah Utara, Kendaraan diarahkan melalui jalan Surapati dan jalan Sentot Alibasyah,lalu menyebar ke jalan Citarum, Cilaki, hingga Cimanuk. Sementara dari arah timur,arus dari jalan Surapati dan jalan Ir H.Juanda akan dialihkan melalui jalan Sulanjana dan jalan Diponegoro dengan pengaturan tertentu.

Adapun dari arah barat dan selatan, kendaraan akan dialihkan melalui jalan Majapahit, jalan Cimandiri, serta jalan Cimanuk untuk kembali terhubung ke ruas utama.

Sebagai bagian dari penguatan kapasitas jalan, Dishub juga melakukan penambahan jalur di jalan Sentot Alibasyah dan jalan Surapati arah Dago, serta mengubah fungsi jalan Majapahit menjadi dua arah.

Menurutnya, skema rekayasa lalu lintas ini merupakan hasil kajian teknis yang disusun bersama berbagai pihak, termasuk Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, Ditlantas Polda Jawa Barat, dan Satlantas Polrestabes Bandung. " Kami di Kota Bandung berperan untuk mengawal implementasi di lapangan agar berjalan efektif dan tidak menimbulkan dampak yang merugikan masyarakat," ujarnya.


Pewarta (Aan Ansyory trans aktual online)