
Medan, transaktualonline.com
Tim gabungan belum berhasil mengungkap penyebab pasti ledakan maut yang menghancurkan satu unit rumah mewah tiga lantai di kompleks Grand Polonia kota medan sumatera utara (sumut) yang terjadi beberapa waktu lalu hingga kamis 23/7/2026 malam masih misterius. Hari ke lima pasca kejadian yang terjadi pada senin 20/7/2026 lalu, tetapi proses investigasi masih menghadapi sejumlah kendala teknis sehingga sumber awal ledakan belum dapat dipastikan secara ilmiah.
Ledakan yang merenggut tiga korban jiwa di rumah No.3B itu masih menyisakan tandatanya penyebab insiden tragis tersebut, meski telah melibatkan personil Polda sumut, laboratorium forensik (labfor), dan PT Perusahaan Gas Negara (PTPGN).
Kabid humas polda sumut Kombes Pol Ferry Walintukan kepada wartawan mengatakan, "Tim gabungan bersama PGN telah melaksanakan pelacakan dugaan titik awal sumber kebocoran gas, sehingga penyelidikan dilanjutkan kembali pada jumat 24 juli 2026. Masih tetap tahap pencarian sumber titik kebocoran, dan akan dilanjutkan besok lagi," Jelas kabid humas dilokasi kejadian.
Kasubdit fiskom bidang labfor Polda Sumut AKBP Roy Tenno Siburuan menjelaskan, "Pemicu ledakan akibat gas yang bocor memenuhi seisi ruangan. Kendalanya karena jalur pipa gas berada didalam struktur dinding bangunan tersebut,"jelasnya kepada wartawan.
Ia mengatakan, "hari ini kita ingin memastikan penyebab kebocoran gas, tetapi kendalanya pipa penyaluran kondisi tertanam dalam strutur tembok. Untuk melakukan uji forensik bersama, maka seluruh pipa harus dikeluarkan dulu,"ujarnya.
Menurut Roy, untuk memastikan ada atau tidaknya kebocoran, timnya harus kerjasama dengan tukang untuk membongkar bagian dinding dan mengeluarkan pipa instalasi, agar dapat dilakukan pengujian forensik secara menyeluruh.
Sementara itu, General Manager Sales and Operation Region (SOR) 1 PGN Andi Sangga Prasetia, membantah pihaknya lambat melakukan penyelidikan akibat keterbatasan teknologi yang dimiliki
PGN
Namun demikian, Andi saat dicecar mengaku belum mengetahui secara rinci spesifikasi maupun ukuran pipa distribusi gas yang terpasang menuju rumah pelanggan.
Pernyataan Andi Sangga Prasetia menjadi perhatian publik, karena setiap pemasangan jaringan gas rumah tangga pada prinsipnya melalui proses survei teknis sebelum instalasi dioperasikan.
Pantauan wartawan di lokasi kejadian, sempat terjadi perbedaan informasi. Dari hasil investigasi masih memerlukan pembuktian uji forensik terhadap jaringan pipa maupun komponen instalasi lainnya.
Hasil pemeriksaan laboratorium diharapkan menjadi dasar untuk memastikan penyebab ledakan sekaligus menjawab berbagai spekulasi yang berkembang ditengah masyarakat.
Sekitar pukul 20 wib proses pencarian sumber titik kebocoran melalui alat khusus PGN diberhentikan sementara karena tidak membuahkan hasil lebih maksimal.
Penulis berita
Parulian Sitohang




















