Rabu, 9 Sepember 2026 | 17:43 WIB

Akhirnya Tuntas, Proses seleksi Direktur Utama (Dirut) Perumda Tirtawening Kota Bandung

Walikota Bandung Moh.Farhan Tunjuk Rizky Mediantoro Jadi Dirut Perumda PDAM Kota Bandung

foto

 

www.transaktualonline.com

Akhirnya proses seleksi Direktur Utama (Dirut) Perumda Tirtawening Kota Bandung telah selesai. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan sudah menunjuk sosok untuk menjabat di BUMD bidang kebutuhan air bersih bagi masyarakat tersebut. Hal ini dibenarkan Farhan terkait dirinya menunjuk posisi Dewan Pengawas dan Dirut Perumda Tirtawening. 

Meski belum menyebutkan nama, namun diketahui posisi dirut dijabat Rizky Mediantoro, pria yang pernah menjadi Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) Partai NasDem Kota Bandung.

"Untuk BUMD, baru ada Ketua Dewas PDAM dan Dirut PDAM. Selanjutnya, saya sudah memberikan tugas kepada Ketua Dewas PDAM dan Dirut PDAM agar segera melakukan pembenahan dan konsolidasi," ucap Farhan di Balai Kota Bandung, Senin (31/8/2026).

Berdasarkan Perda Kota Bandung Nomor 6 Tahun 2020, diatur tentang mekanisme pengangkatan direksi Perumda Tirtawening. Dari 12 poin, ada persyaratan khusus yang menyatakan calon direksi tidak boleh sedang menjadi pengurus partai politik, calon kepala daerah dan calon wakil kepala daerah, dan atau calon anggota legislatif. Namun Farhan memastikan, Rizky Mediantoro sudah tidak lagi menjabat sebagai pengurus partai politik. Meski pernah menjadi Ketua Bapilu Partai NasDem Kota Bandung, Farhan menyatakan Rizky diangkat setelah mengantongi poin tertinggi dalam seleksi Dirut Perumda Tirtawening.

"Latar belakangnya profesional. Hasil uji menunjukkan dia berada di peringkat pertama, jadi saya tidak ada beban, saya melihat hasil akhirnya saja. (Pernah jadi politisi?) Ya, tapi sudah berhenti dari kepengurusan partai. Itu syaratnya," ungkap Farhan.

Farhan menyatakan, setelah ini, tugas selanjutnya yaitu melengkapi susunan Dewas dan Direksi Perumda Tirtawening. Politikus Partai NasDem itu juga memastikan bahwa Rizky ditunjuk seusai kontrak kerjanya yang profesional terhadap BUMD.

"Kalau saya, saya akan sangat strict terhadap kontrak kinerja. Bagian dari konsekuensi kerja jabatan publik, itu sama saja dengan saya juga. Yang paling penting memenuhi semua syarat dan kontrak kinerja. Sudah, yang dikejar itu," tegasnya.

Farhan Minta Dirut PDAM Baru Segera Benahi Manajemen Keuangan Kota Bandung.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memberi tugas khusus kepada Direktur Utama Perumda Air Minum (PDAM) Tirtawening yang baru untuk segera membenahi manajemen keuangan perusahaan. Pembenahan itu dinilai mendesak karena sistem keuangan PDAM saat ini belum terkonsolidasi secara menyeluruh.

Menurut Farhan, perbaikan tata kelola keuangan harus menjadi prioritas manajemen baru sebelum menjalankan agenda pengembangan perusahaan lainnya. Ia bahkan menyebut sistem yang berjalan saat ini masih menyisakan sejumlah persoalan yang perlu segera dirapikan.

Konsolidasi keuangan jadi pekerjaan pertama.

Farhan mengatakan dirinya telah memberikan arahan kepada Direktur Utama dan Dewan Pengawas PDAM untuk segera melakukan konsolidasi internal. Langkah tersebut diperlukan agar seluruh aktivitas keuangan perusahaan dapat berada dalam satu sistem yang terintegrasi dan lebih mudah diawasi.

"Saya sudah memberikan tugas kepada Ketua Dewan Pengawas dan Direktur Utama PDAM agar segera melakukan pembenahan dan juga konsolidasi," kata Farhan di Balai Kota Bandung, Senin (31/8/2026). Ia menilai pembenahan ini penting karena tata kelola keuangan yang baik akan menjadi fondasi bagi peningkatan kinerja perusahaan pada tahun-tahun mendatang.

Farhan soroti sistem keuangan yang belum terintegrasi.

Farhan mengungkapkan PDAM memiliki satu bisnis utama dengan tiga divisi usaha. Namun, hingga kini belum terdapat sistem konsolidasi keuangan yang menyatukan seluruh aktivitas keuangan perusahaan. Akibatnya, masing-masing divisi masih mengelola rekening sendiri tanpa terhubung langsung dengan rekening perusahaan induk.

"Manajemen keuangannya agak aneh. Punya satu core business, punya tiga divisi, tetapi tidak ada satu konsolidasi manajemen keuangan. Jadi masing-masing divisi bisnis punya rekening sendiri-sendiri yang tidak terkonsolidasi ke dalam rekening perusahaan induk," ujarnya.

Menurut Farhan, pola seperti itu tidak ideal untuk sebuah BUMD yang mengelola layanan publik strategis. Karena itu, konsolidasi keuangan harus segera dilakukan agar pengelolaan perusahaan menjadi lebih transparan dan efisien.

Dirut baru langsung dibebani target kinerja.

Farhan memastikan Direktur Utama PDAM yang baru telah mulai bekerja sejak 31 Agustus 2026. Sosok yang terpilih disebut berasal dari kalangan profesional dan meraih peringkat tertinggi dalam proses seleksi. Meski baru mulai bertugas, Farhan menegaskan jajaran manajemen baru akan langsung bekerja berdasarkan kontrak kinerja yang ketat. Ia menilai capaian target perusahaan harus menjadi ukuran utama keberhasilan direksi. "Yang paling penting memenuhi seluruh target kontrak kinerja," katanya menutup pembicaraab debgan wartawan.

 

H Yus Badar/transaktualonline.com