Minggu, 19 Juli 2026 | 05:53 WIB

Ketum DPP Lsm GMASI Menghadiri Undangan Polda Jabar,;

"Kami Dukung Peluncuran Gerakan Jaga Rawat Jawa Barat di lapangan Apel Mapolda Jabar"

foto

 

www.transaktualonline.com

Kapolda Jabar, resmi meluncurkan gerakan 'Jaga Rawat Jawa Barat” sebagai implementasi dan penguatan transformasi Polri presisi di tingkat kewilayahan, gerakan tersebut diharapkan mampu menciptakan pembangunan ekosistem keamanan yang adaptif, responsif, kolaboratif, dan solutif. Stabilitas keamanan di Jawa Barat menjadi salah satu fondasi penting bagi stabilitas nasional. Karena itu, seluruh personel Bhabinkamtibmas bersama elemen masyarakat diminta memperkuat kolaborasi dalam menjaga keamanan di tengah berbagai tantangan yang terus berkembang.

Peluncuran gerakan tersebut terlaksana di lapangan Apel Mapolda Jabar, pada Jumat (17/7/2026), Pipit Rismanto memimpin langsung Apel gelar Bhabinkamtibmas dan Sabuk Kamtibmas Polda Jawa Barat tersebut tyang dihadiri para Undangan dari berbagai kalangan termasuk Ormas dan Lsm.

Momentum itu disebut sebagai penguatan peran Bhabinkamtibmas sekaligus mempererat sinergi melalui Sabuk Kamtibmas, yaitu kolaborasi antara Polri, pemerintah daerah, TNI, tokoh agama, tokoh masyarakat, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan seluruh elemen masyarakat tujuannya untuk menjaga serta merawat keamanan di Jawa Barat.

Peluncuran gerakan '"Jaga Rawat Jawa Barat" ditandai dengan pemukulan gong oleh Kapolda Jabar sebagai simbol dimulainya paradigma baru dalam pengelolaan keamanan di Jawa Barat. Gerakan ini menjadi pengejawantahan nilai nilai transformasi Polri presisi di tingkat kewilayahan yang mengutamakan pendekatan kepolisian dengan rakyat, memprioritaskan pencegahan, kolaborasi lintas sektor, serta penyelesaian persoalan secara cepat, tepat, dan berkelanjutan.

“Jawa Barat merupakan salah satu provinsi dengan jumlah penduduk terbesar serta dinamika yang tinggi di Indonesia. Jawa Barat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi, kawasan industri, sentra pangan, pusat pendidikan, tujuan investasi, sekaligus wilayah yang memiliki posisi strategis secara nasional,” kata Pipit.

Sementara itu Ketum DPP Lsm Gmasi Ramses Ramona Siagian yang juga turut hadir memenuhi Undangan  pada Apel tersebut mengatakan bahwa pelaksanaan apel tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial semata, melainkan menjadi momentum untuk memperkuat gerakan bersama menjaga situasi kamtibmas yang kondusif, mendukung Polda Jabar dalam menjaga stabilitas.

“Oleh karena itu, esensi kegiatan ini tidak boleh berhenti hanya pada seremonial. Apel ini harus menjadi momentum untuk menyatukan langkah, memperkuat kolaborasi, dan membangun gerakan bersama dalam menjaga serta mewujudkan situasi kamtibmas yang kondusif,” Ujar Ketum DPP Lsm Gmasi.

“Kami dukung Peluncuran Gerakan Jaga Rawat Jawa Barat di lapangan Apel Mapolda Jabar, dengan saling bahu membahu menjaga Kamtibmas, dan saling komunikasi informasi” sambung Ketua Umum Lsm Gerakan Masyarakat Anti Korupsi (Gmasi) Jabar pada Wartawan.

Disi lain sisi Kapolda Jabar juga menyebut bahwa Jawa Barat memiliki posisi yang sangat strategis karena merupakan provinsi dengan jumlah penduduk terbesar sekaligus menjadi pusat pertumbuhan ekonomi, kawasan industri, sentra pangan, pusat pendidikan, hingga tujuan investasi nasional.

“Oleh karena itu, stabilitas keamanan Jawa Barat bukan hanya penting bagi masyarakat, tetapi juga menjadi salah satu fondasi stabilitas nasional. Namun demikian, kita juga harus menyadari bahwa mengelola kamtibmas di wilayah yang besar dan dinamis ini bukanlah pekerjaan yang mudah,” ujarnya.

Ketum DPP Lsm Gmasi, Ramses Ramona Siagian mengatakan bahwa seluruh unsur inilah yang kita kuatkan melalui lingkar Kamtibmas. imenjadi wujud kebersamaan dan kepedulian, sekaligus menegaskan bahwa keamanan merupakan tanggung jawab kita bersama, ucapnya.

Ramses juga mengatakan Lsm Gmasi tetap dukung Kapolda Jabar dalam melaksanakan empat prinsip kerja yang harus menjadi pedoman seluruh Bhabinkamtibmas.

  1. Pertama, adaptif, yakni mampu menyesuaikan diri dengan cepat terhadap dinamika dan karakteristik setiap wilayah.
  2. Kedua, responsif, yaitu peka terhadap kebutuhan masyarakat dan mampu memberikan pelayanan secara cepat, tepat, dan berkualitas.
  3. Ketiga, kolaboratif dengan membangun sinergi bersama pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan.
  4. Keempat, solutif, yakni menghadirkan penyelesaian nyata terhadap berbagai persoalan yang muncul di lapangan.

“Keempat prinsip tersebut tidak boleh berhenti hanya sebagai slogan, tetapi juga tercermin dalam cara kita dapat membaca situasi, merespons kebutuhan masyarakat, membangun kolaborasi, dan menyelesaikan setiap permasalahan” pungkas Ketum Lsm Gmasi menutup pembicaraan.

 

 www.transaktualonline.com